Entah

13/06/2023
22:07 WIB

Malam ini sedikit berbeda. Tetiba aku rindu untuk melemaskan kembali jari-jariku dan mulai mengetik di atas keyboard laptopku yang jadul. Rindu suara ketak ketik seperti dulu. Ya, aku dulunya cukup rajin untuk menuangkan segala pikiranku, ide, catatan perjalanan, hingga rekomendasi apapun itu. Sekarang aku merasa... kenapa hal tersebut tidak membuatku bersemangat lagi. Kebosanan yang sangat terasa di awal usia kepala 3 ini.

Semuanya terasa berbeda...
Jelas berbeda dibandingkan sepuluh tahun yang lalu. Okelah jangankan sepuluh tahun, aku bahkan ingin memutar waktuku ke tahun-tahun SMA-ku yang seharusnya aku bisa rencanakan dengan baik. Entah aku sungguh menyesali semuanya sekarang. Andaikan saja aku bisa memilih sesuatu hal yang membuatku bisa lebih baik dari hari ini. Namun sekarang hanya penyesalan dan kehampaan saja yang bisa kutuai. Aku tahu bahwa setiap perjalanan dan pilihan ada konsekuensinya. Aku yang harus menjalani itu hingga selesai.

Pernah terbesit ingin mengakhirinya saja... tapi apa aku hanya sekecil itu? Hey, sungguh pengecutlah yang berpikir pendek seperti itu. Hari inipun terbesit kembali rasa itu. Kekonyolan dan pikiran bodoh yang jauh-jauh ingin aku usir. Hufff... malam semakin dingin, sepi, dan sendiri... Bukankah ada Tuhan yang seharusnya temani? Tapi kenapa aku hanya bisa menuangkan ini dalam kata tanpa bisa kuucapkan kepadaNya?

Apa ini pertanda depresi? Aku seperti kehilangan jati diri.. Apa yang harus aku lakukan? Sudah tidak bisa lagi aku utarakan keinginan. Semua bertubi-tubi menyerang. Aku lelah. Aku ingin bebas. Aku ingin berteriak membuang semua penatku dan kelelahanku ini. Bukankah aku tidak berbuat apa-apa sedari tadi? Tapi kenapa jiwa dan ragaku lelah.. batinku meronta. Aku ingin selamat. Aku ingin melalui ini semua dengan baik. Bukan dengan caraku. Aku tahu bahwa caraku pasti salah...

Aku sudah tak percaya lagi pada diriku sendiri...
Dan malam ini tangisku pecah lagi. Aku mengurutkan kembali apa yang membuat aku bisa sedepresi ini..
Cicilan kah? Hutang kah? Tuntutan pekerjaan kah? Anak kah? Apa bawaan hamil? Atau tanggung jawab sebagai istri, ibu dan anak yang harus aku lakukan terus menerus?
Kemana perginya aku yang dulu? Penuh semangat, memiliki planning yang baik, haus akan pengetahuan, berani ambil tantangan, gak takut, kemana diriku??? 

Ketertinggalanku.. hidupku... membuatku merasa kecil. Apa aku sudah salah mengambil langkah? Haruskah aku terpuruk dalam keputusan yang aku sesali ini? Hidupku sangat sangat menderitakah? Ya Tuhanku, kenapa aku harus begini?

Lagi-lagi aku cuma bisa meratapi. Aku tahu banyak orang yang memiliki masalah lebih banyak dari yang kuhadapi.. masalahku hanya secuil dari masalah hidup mereka. Tapi kenapa aku merasa sangat terpuruk. Tahun ini aku merasa hidupku jatuh di pusaran roda terbawah.... aku ingin bebas dari segala belitan itu. Kakiku yang kurasakan seperti dirantai, otakku yang kurasakan membeku, tidak berkembang bebas.. bagaimana caraku bisa bangkit memperbaharui diriku yang baru?

Sudah kucoba mengikuti hal-hal baru dalam hidupku, namun tetap saja tidak bisa memenuhi hasrat diriku. Hatiku seperti sudah mati. Aku ingin pembuktian kepada orang-orang bahwa aku bisa. Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku tahu tidak akan bisa menyenangkan banyak pihak. Yang ada malah iri hati, dengki yang kuterima. Salahkah aku menginginkan sesuatu yang terbaik untuk hidupku?

Kenapa aku harus mengalami tertatih dalam roda terbawah ini? Aku ingin bangkit memutar lagi rodaku di atas. Ya Tuhan aku tahu itu sulit dalam 2 tahun kedepan akan sangat sulit. Aku ingin menyerah aja....
2 tahun apakah sangat lama? Bagaimana dengan hal lain yang berkecamuk dalam pikiranku. Aku ingin terbebas dari ini semua. Entah kapan aku bisa mewujudkannya. Kukira aku bisa. Tapi entah kapan.

Komentar